Indonesia saat ini menjadi negara pengimpor peralatan kesehatan laboratorium. Setiap tahun diperkirakan impor peralatan kesehatan senilai USD 305 juta terhitung pada awal tahun 2017. Permintaan dari industri perawatan kesehatan, serta pertumbuhan berkelanjutan terjadi pada sektor bahan kimia dan farmasi, makanan, logam dan pertambangan, dan elektronik, akan terus mendorong permintaan untuk peralatan laboratorium.
Menangkap peluang tersebut, dengan menghadirkan teknologi dan alat-alat laboratorium terkini, LabIndonesia digelar. Pameran teknologi peralatan laboratorium terbesar di Indonesia secara resmi dibuka selama tiga hari pada tanggal 4-6 April 2018. LabIndonesia.
Selain memamerkan peralatan laboratorium dalam tiga hari pameran, LabIndonesia 2018 juga akan menjadi tuan rumah bagi 100 seminar yang menghadirkan para pakar industri dan 15 workshop yang digelar oleh asosiasi-asosiasi terkait. Juga akan digelar the 14th Asian Conference on Analytical Sciences (ASIANALYSIS XIV).
“LabIndonesia adalah pameran lab terbesar di Asia Tenggara. Penting bagi pemain lokal dan internasional untuk berada di acara ini demi kelangsungan bisnis mereka,” kata Managing Director PT. ITE Exhibitions Indonesia, Juanita Soerakoesoemah, dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3).
Pihaknya memperkirakan tren industri laboratorium Indonesia akan berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Oleh karenanya penting bagi pelaku industri di Indonesia untuk merespon isu strategis sedini mungkin dengan menerapkan peralatan dengan teknologi terkini.
LabIndonesia 2018 menampilkan instrumentasi, teknologi, produk dan layanan terbaru di semua bidang ilmu analitik dan layanan laboratorium. Lebih dari 210 peserta pameran dari 13 negara akan memamerkan produk teknologi mereka dalam gelaran ini. Jumlah eksibitor asal luar negeri ini mencapai 43 persen dari jumlah keseluruhan peserta. Mereka akan menempati 4 paviliun Negara yakni Cina, Jerman, Korea, dan Singapura.

